LIGHTNING'S SON RISES

(Gundala)

“Karena keegoisannya, Sancaka harus kehilangan Sahabat, orang terkasih dan Kehidupannya. Tuhan memberi kesempatan kedua tapi Dunia telah berubah dan Sang Sahabat menebar angkara. Sancaka harus memilih, mendiamkan atau melawannya.”



Sinopsys :

Jakarta 6 Juli 1986. Sancaka dan Iskandar, melakukan Riset Serum ION Genesis yang mampu meningkatkan kemampuan regenerasi Sel dan daya tahan tubuh Manusia. Saat hari Ujicoba Serum tiba, Sancaka harus rela menjadi Subject Eksperiment. Eksperimen berhasil tapi sayang, Sancaka meninggal pada akhirnya.

30 tahun kemudian, 29 Januari 2016. Regina, seorang mahasiswi, sedang berziarah di sebuah pemakaman. Tak disangka, beberapa preman menghampiri untuk berbuat jahat padanya. Di saat genting, petir menyambar bertubi – tubi pada sebuah makam hingga meledak. Dari balik puing – puing makam, Sancaka muncul dengan kilat – kilat listrik menjalar di tubuhnya dan Regina terselamatkan. Kemudian bersama Regina, Sancaka mencari kembali keberadaan keluarga dan orang-orang terdekatnya di Dunia yang telah berbeda.

Waktu mempertemukan Sancaka dengan Iskandara. Sayang, pertemuan dua sahabat itu justru membangkitkan ambisi Iskandar akan Serum Ion Genesis. Dia mengajak Sancaka melanjutkan riset Serum Ion Genesis. Namun Sancaka menolaknya karena tau bahaya seru itu pada Manusia. Iskandar yang terbutakan oleh ambisi dan kejayaan, menjadikan Regina sandera. Dengan terpaksa, Sancaka membantu Iskandar membuat Serum Ion Genesis. Setelah Serum dibuat lalu digunakan pada tubuh Iskandar, Dia berubah. Iskandar berubah menjadi sosok merah jahat dan mempunyai kekuatan memanipulasi gaya magnet dan gravitasi. Dia mendeklarasikan julukan barunya sebagai Ghazul.

Serum Ion Genesis berbahaya di tangan Ghazul. Dengan menyembunyikan identitasnya di balik sosok Gundala, Sancaka mengejar Ghazul untuk merebut kembali Serum Ion Genesis. Pertempuran sengit terjadi di jalanan kota Jakarta antara Ghazul dan Gundala. Banyak orang hampir menjadi korban keganasan Ghazul. Setelah perjuangan keras, Ghazul berhasil dilumpuhkan dan ditangkap Polisi. Gundala yang penuh luka, berjalan sempoyongan sambil dihujani puji dan tepuk tangan dari masyarakat Jakarta. Sancaka akhirnya menerima dan memulai jalan hidupnya yang baru sebagai Gundala.